IMG-LOGO

Umum

Gubernur KDM Gandeng BRIN, Pastikan Pembangunan Jabar Berbasis Riset dan Inovasi

Penulis: Humas Jabar 25 Desember 2025 15:09 140 Views
Sumber: Humas Jabar
Humas Jabar
KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa riset merupakan fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. 

Menurutnya, riset menjadi kunci agar kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan masyarakat dan berdampak jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan KDM --sapaan akrab Dedi Mulyadi, usai menandatangani Nota Kesepakatan Sinergi antara Pemda Provinsi Jawa Barat dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bale Pakuan, Kota Bandung, Rabu (24/12/2025).

"Penelitian adalah sebuah keharusan. Mengapa pembangunan seringkali tidak selaras dengan harapan masyarakat atau tidak bersifat jangka panjang, karena lemahnya penelitian," ujar KDM

KDM memastikan Pemdaprov Jabar berkomitmen menjadikan hasil penelitian sebagai kompas dalam setiap pengambilan keputusan, terutama dalam meningkatkan produktivitas ekonomi dan sektor pertanian.

Transformasi Pertanian

Salah satu implementasi konkret dari kerja sama ini adalah penggunaan benih padi unggul hasil riset BRIN. KDM optimistis, intervensi teknologi benih ini dapat mendongkrak produksi gabah di Jawa Barat secara signifikan.

"Dari Jawa Barat akan lahir benih-benih baru. Musim tanam sekarang sudah dimulai dan panen pada April mendatang. Artinya, pada musim tanam kedua sekitar Mei atau Juni, benih dari BRIN ini sudah bisa digunakan masyarakat," jelasnya.

Saat ini, rata-rata produksi padi di Jawa Barat berada di angka 4 hingga 5 ton per hektare. Dengan benih unggul dan dukungan irigasi yang memadai, KDM menargetkan produktivitas naik menjadi 7 hingga 10 ton per hektare dengan frekuensi panen tiga kali setahun.

"Jika bisa naik dari 4 ton ke 7 ton saja sudah sangat luar biasa, asalkan produksinya merata di seluruh wilayah," tambah KDM.

Kepala BRIN Arif Satria, menyambut baik visi Gubernur Jabar. Sebagai langkah nyata, BRIN akan segera membangun Rumah Inovasi Daerah di Jawa Barat. 

Fasilitas ini akan menjadi pusat ekosistem riset untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi, sosial, hingga pengelolaan lingkungan.

Arif memuji visi KDM yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan mitigasi bencana melalui pendekatan nature-based solution.

"Pak Gubernur sangat konsen pada mitigasi risiko bencana. Ongkos untuk mitigasi jauh lebih rendah daripada ongkos menanggulangi bencana. Inilah pentingnya menyelesaikan masalah berbasis alam," ungkap Arif.

Selain sektor pangan, sinergi Pemdaprov Jabar dan BRIN juga akan mencakup penataan tata ruang, pengembangan varietas lokal, serta penguatan sektor perikanan dan peternakan.

"Intinya kita bersinergi meningkatkan produktivitas pangan di Jawa Barat dengan tetap memegang teguh prinsip menjaga kelestarian lingkungan," pungkas Arif. 
Sumber: Humas Jabar